Probolinggo — Kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dikenalkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki pengetahuan dan keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat ketika berada dalam situasi darurat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Edukasi Mitigasi Bencana dan Aksi Peduli Yatim Dhuafa yang dilaksanakan di SDN Triwung Kidul III, Kota Probolinggo, pada Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Taman Zakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama SDN Triwung Kidul III. Tidak hanya memberikan edukasi mengenai kebencanaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak yatim dan dhuafa. Dalam kegiatan edukasi, para siswa mendapatkan materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh BPBD secara interaktif. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh anak-anak sehingga mereka dapat mengenali pentingnya bersikap waspada terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai tindakan dasar yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting agar anak-anak tidak hanya mengetahui adanya potensi bencana, tetapi juga memahami bagaimana menyelamatkan diri dan tetap tenang ketika menghadapi keadaan yang tidak terduga. Edukasi kebencanaan sejak dini memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Anak-anak dapat menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan dengan memahami lingkungan sekitar, mengenali risiko, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri maupun membantu orang di sekitarnya sesuai dengan kemampuan mereka.

Selain edukasi mitigasi bencana, kegiatan juga diisi dengan aksi peduli yatim dhuafa. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal pentingnya berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan. Nilai kepedulian sosial ditanamkan melalui pengalaman langsung sehingga siswa dapat memahami bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan oleh siapa saja, termasuk sejak usia sekolah. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara lembaga sosial, pemerintah daerah, dan lingkungan pendidikan dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat secara menyeluruh. Pengetahuan tentang kebencanaan dipadukan dengan pembentukan karakter sosial agar siswa tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang tanggap terhadap kondisi darurat, tetapi juga memiliki empati terhadap lingkungan dan sesama.

Bagi Taman Zakat, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan kebermanfaatan melalui program yang menyentuh aspek edukasi, sosial, dan kemanusiaan. Sementara bagi para siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengetahuan praktis dan nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam keseharian. Melalui kegiatan Edukasi Mitigasi Bencana dan Aksi Peduli Yatim Dhuafa, diharapkan semakin banyak anak yang memiliki pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus tumbuh dengan karakter peduli dan gemar berbagi. Kolaborasi antara Taman Zakat, BPBD, dan SDN Triwung Kidul III diharapkan dapat terus menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tanggap, dan penuh kepedulian.

Dengan bekal pengetahuan dan nilai kebaikan yang diberikan sejak dini, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya siap menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Assalamualaikum 👋 Silakan pilih pertanyaan: