

UNICEF mengungkapkan bahwa lebih dari 24 juta jiwa kini terperangkap dalam krisis pangan akut, dan lebih dari 600.000 orang telah mencapai tingkat kelaparan paling mematikan (IPC 5)—kondisi ketika kematian massal bisa terjadi kapan saja. Banyak anak hanya bisa makan sekali dalam dua hari, sementara bayi meninggal bukan karena penyakit mematikan, tetapi karena tidak ada makanan dan tidak ada fasilitas kesehatan yang tersisa untuk menyelamatkan mereka.
Situasinya terus memburuk. Sistem kesehatan nyaris kolaps total: WHO mencatat 70% rumah sakit sudah tidak berfungsi, dan wabah kolera menyebar cepat di kamp pengungsian yang penuh sesak. Sejak konflik 2023, lebih dari 10 juta warga terpaksa meninggalkan rumah mereka, menjadikan ini salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia, menurut laporan PBB.


Ini bukan sekadar masalah satu negara—ini tragedi kemanusiaan terbesar yang justru terlupakan dunia.
Dan anak-anak adalah korban paling awal dan paling menderita: kelaparan, dehidrasi, penyakit, kehilangan keluarga, kehilangan masa depan.
Sementara itu, bantuan internasional masih jauh dari cukup, membuat jutaan orang tidak tersentuh pertolongan.
Sahabat baik, sekarang adalah waktu pembuktian empati kita.
Sudan tidak hanya membutuhkan doa—mereka menunggu uluran tangan kita.
Bersama para relawan, kami terus berjuang menyalurkan bantuan terbaik: paket makanan, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan darurat lainnya.
Namun perjuangan ini tidak akan pernah cukup tanpa dukunganmu.
Kami membutuhkanmu—Sobat baik yang berhati tulus dan siap menyelamatkan nyawa.
Ayo berdiri bersama untuk Sudan, sebelum lebih banyak nyawa melayang tanpa sempat terselamatkan.
Bersama Taman Zakat, kita alirkan kebaikan tanpa batas.
Semoga Allah membalas setiap niat dan langkahmu dengan pahala yang tak putus, dan mencatat kita sebagai bagian dari mereka yang turut membebaskan Sudan dari derita. Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.